Rabu, 03 Juni 2015

anak hiperaktif

Menjadi orang tua adalah dambaan semua orang di muka bumi ini. Namun tiap anak memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Sifat dan karaktek anak di bagi menjadi 3 ada anak yang cenderung pendiam, aktif dan bahkan hiperaktif.

Dan pada tulisan saya kali ini ingin membahas tentang anak hiperaktif. Dari berbagai sumber yang saya baca saya coba rangkum disini.

Anak hiperaktif atau yang dalam bahasa medisnya dikenal Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian. Hal ini disebabkan disfungsi neurologia atau gangguan yang disebabkan adanya kerusakan kecil pada system saraf pusat dan otak sehingga rentang konsentrasi penderita menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. Penyebab lainnya dikarenakan tempramen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, serta epilepsi. Atau bisa juga karena gangguan di kepala seperti gegar otak, trauma kepala karena persalinan sulit atau pernah terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.

Hal pertama yang perlu kita tahu adalah tanda seorang anak hiperaktif. Tanda-tandanya adalah


Tidak fokus

Anak hiperaktif cenderung tidak fokus. Kebanyakan dari kegiatan yang sedang ia lakukan tidak bisa bertahan lama. Misalnya saat ia tengah bermain dengan mobilannya, ia akan melepaskannya ketika melihat temannya membawa bola dan beralih bermain dengan mainan temannya. Anak hiperaktif tidak bisa bertahan diam dalam 5 menit, dan ia pun suka berteriak tidak jelas, berbicara semau dia dan juga memiliki sikap yang sulit untuk dipahami.


Sifat menentang

Anak hiperaktif sulit untuk dinasihati. Ia akan diam atau marah ketika kita melarangnya sambil tetap melakukannya.


Destruktif

Anak hiperaktif harus dijauhkan dari barang berharga dan pecah belah dan sejenisnya. Sikap yang suka melempar, menghancurkan barang inilah yang disebut destruktif.


Tidak mengenal lelah

Setelah seharian berlari dan bermain tidak tampak kelelahan dalam diri anak hiperaktif. Ia bisa terus bermain dan bergerak terus tanpa tujuan yang jelas.


Cenderung cuek dan berani

Ketika dipanggil anak hiperaktif cenderung cuek tidak menanggapi ia pun sedikit lebih berani dibanding anak seumuran lainnya.


Bukan penyabar yang baik dan usil

Sering saat tengah bermain, ia dengan tidak sabar mengambil mainan dengan paksa bahkan dapat mendorong, mencubit atau bahkan memukul tanpa alasan.

Lalu bagaimana cara orang tua menghadapi anak hiperaktif. Seorang anak tetaplah seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan belain orang tuanya. Sering-seringlah bermain bersamanya dan banyak-banyaklah berinteraksi dengannya. Komunikasi yang baik antar anak dan orang tua dapat menciptakan ikatan yang kuat. Namun jangan patah arang ketika si hiperaktif tidak merespon anda. Adakalanya orang tua harus memahami sang anak.

Selain itu ajarkan anak disiplin namun tidak keras. Hukuman bukanlah jalan aman dalam mendidik anak hiperaktif yang memiliki polah tingkah yang terkadang membuat jengkel. Biasakan ia untuk duduk diam ketika makan walau ia lebih sering bergerak. Dan berikan beberapa kesibukan pada anak hiperaktif juga diperlukan untuk melatih konsentrasi dan kefokusan sang anak contoh dalam bermain puzzle.

Dikutip dari berbagai sumber dan pengamatan sendiri terhadap ponakan saya hehe ;) semoga dapat membantu.